: Sebuah kedai kopi di Semarang baru-baru ini menuai kritik tajam karena menggunakan singkatan pemasaran yang dianggap vulgar, yaitu "Ngen**t Barista" (singkatan dari Ngenal Total Barista). Selain narasi yang dianggap merendahkan perempuan, mereka juga menggunakan nama-nama wanita untuk menu minuman mereka. Pihak kafe akhirnya meminta maaf dan menghapus konten tersebut setelah gelombang protes dari warganet.

Fenomena "skandal cewek barista body mantap" adalah potret bagaimana media sosial kita bekerja hari ini: memuja visual, menyukai kontroversi, dan sangat cepat dalam menghakimi. Bagi para pelaku usaha, hal ini menjadi pelajaran bahwa viralitas fisik mungkin bisa mendatangkan massa, namun kualitas produk dan kenyamanan tempat tetaplah kunci utama untuk bertahan lama.