Indonesia memiliki norma sosial yang kental nilai kegotong-royongan, namun privasi rumah tetap dianggap sakral. Warga cenderung sensitif terhadap konten seksual; penggambaran tubuh telanjang atau eksplisit bisa dianggap tidak pantas, terlepas dari konteks virtual. Penggunaan karakter Miku untuk hal ini mungkin melanggar norma masyarakat lokal.
Namun, tidak sedikit juga yang menganggap bahwa Ishida Miku sendiri yang salah karena melakukan aksi yang tidak biasa di dalam rumahnya. "Jika Ishida Miku tidak melakukan aksi yang tidak biasa, maka tidak akan ada tetangga yang tergoda dan masuk ke rumahnya," kata salah satu warganet lainnya.
Studi psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan menonton konten eksplisit secara digital bisa mengurangi penghalang etika untuk bertindak seperti "membongkar" atau memasuki area pribadi.